Panggilan untuk Dosen

Posted on 1 Oktober 2009

0


Saat sedang kuliah, saya hampir selalu mengubah setting di handphone menjadi silent mode atau meeting mode. Waktu di SMA juga begitu. SMP juga begitu, sampai ada bunyi handphone si kelas, pasti handphone tersebut disita. Sedangkan waktu masih SD, berhubung masih sedikit yang bawa handphone ke sekolah, kalau ada bunyi handphone tidak dipermasalahkan.

Saya kira, para pengajar (dosen di kampus atau guru semasa sekolah) melakukan hal yang sama. Ternyata tidak. Guru saya pernah mengangkat telepon di tengah pelajaran sambil berkata, “Bentar ya, nanti telfon lagi. Gue lagi ngajar. Hah? Apa? Gue lagi ngajar” Lalu ia pun meminta maaf pada murid dan langsung mengubah setting handphone menjadi silent mode. Kesimpulannya: ia lupa mematikan ringtone.

Lain lagi dengan dosen saya. Dosen A handphonenya berbunyi. Seperempat menit kemudian ia berkata, “Yah, biarkan saja, saya melanjutkan mengajar saja.” Saya berkata dalam hati, “Kalau ga mau diangkat, matiin aja hp-nya. Brisik!”  Saya jamin si dosen pasti mengatur volume paling besar untuk nada dering-nya.

Beda lagi dengan dosen B. Ia tidak men-silent handphone-nya. Setiap setengah jam berbunyi. Ia selalu menjawab, “Lagi ngajar. Iya iya. Nanti telfon lagi. Iya lagi ngajar.” Pertanyaannya, ngapain dinyalain kalo ga mau diangkat? Dengan mengatur ponsel menjadi silent mode, dan tidak mengangkatnya, orang yang menelepon pasti tahu bahwa Anda sedang tidak bisa mengangkat telepon, tanpa Anda memberitahukannya.

Iklan
Ditandai: ,
Posted in: Uncategorized