Salah Kirim

Posted on 13 Agustus 2009

0


Pernah salah kirim pesan singkat? Atau mendapat pesan yang seharusnya untuk orang lain? Beberapa kali saya mengalaminya. Dalam hal ini, saya lebih sering menjadi subjek, yakni lebih sering menjadi orang yang salam kirim sms daripada korban salah kirim sms.

Pernah suatu ketika saya hendak mengirim sms kepada A. Saat itu saya sedang bersalah dengan teman saya B. Menurut penuturan A, si B sangat kesal dengan saya karena tidak datang dalam sebuah kegiatan. Isi sms tersebut kira-kira seperti ini

A, kemarin gue minta maaf ke B, gue lupa bilang ke dia kalo waktu itu gue ada final exam. Pas gue minta maaf, B cuma ngangguk-ngangguk aja.

Setelah mengetik sms, dengan sukses saya kirim sms tersebut kepada B.

Lain kesempatan, saya salah kirim karena nama belakang teman saya yang mirip. Saya ingin mengirim sms kepada Vita:

Ta, besok bawain buku gue ya. Thank you Ta

Dan saya pun mengirimkannya kepada Okta, hanya karena nama belakangnya yang sama-sama mengandung unsur Ta.

Kesalahan serupa saya lakukan karena terdapat dua sms yang masuk bersamaan dari dua orang yang berbeda. Jika dihadapkan dengan kondisi tersebut, ada dua cara untuk membalasnya.

  1. Membaca sms pertama lalu langsung membalasnya. Dilanjutkan dengan membaca sms kedua lalu membalasnya.
  2. Membaca kedua sms tersebut. Lantas membalasnya satu persatu setelah kedua sms dibaca.

Saya lebih memilih yang kedua. Alasannya karena saya terkadang penasaran dengan kedua pesan yang masuk, setelah itu saya akan membalas sms yang paling penting untuk segera dibalas. Alhasil, sering kali saya membalas sms X dengan nomor Y dan sebaliknya.

Berdasarkan cerita diatas, pengalaman pertama dan kedua bisa dikaitkan dengan fungsi otak manusia yang memiliki short term memory (STM). Sebelum sebuah informasi masuk kedalam long term memory (LTM), terlebih dahulu informasi tersebut mampir di STM. Informasi dalam STM, jika tidak dilatih (rehearsal) , akan tergantikan dengan informasi baru yang diterima oleh otak kita. Jika dilatih, akan masuk kedalam LTM.  Bermaksud kirim sms kepada A, tapi karena dalam sms menyebut nama B, yang nyantol di memori saya adalah nama B sehingga saya pun mengirim sms ke nomor B.

Lebih lengkapnya mengenai proses memori pada otak manusia, dapat klik di sini.

Iklan
Posted in: Uncategorized